Posts tagged ‘Fiqih’
TUNTUNAN WUDLU LENGKAP
A. Yang dilakukan sebelum berwudlu’
Seyogyanya berwudlu di tempat yang sekiranya percikan air wudlu tersebut tidak kembali pada tempatnya.
1. Menaruh tempat air disebelah kanan apabila berwudlu dengan menciduk (menggunakan tangan), dan disebelah kiri apabila berwudlu dengan menuangkan atau mengucurkan air.
2. Duduk di tempat yang tidak terkena percikan air wudlu.
3. Menghadap kiblat dari awal wudlu sampai selesai dzikir wudlu.
4. Mencukil sisa makanan di sela-sela gigi (takhlil ) sebelum dan sesudah bersiwak, lebih afdlol apabila menggunakan batang arok yang dibuat untuk siwak (makruh apabila menggunakan semacam besi). Dengan tangan kanan, mendahulukan sebelah kanan, dan mengulang tiga kali.
5. Menggosok gigi (siwakan) dengan cara:
a) Niat membersihkan mulut.
b) Dengan tangan kanan, jari kelingking dan ibu jari ditempatkan pada bagian bawah alat siwak, sedangkan tiga jari lainnya ditempatkan pada bagian atas alat siwak.
c) Dimulai dari arah kanan bagian atas sampai tengah, begitu juga dari arah kiri bagian atas sampai tengah baik gigi luar atau gigi dalam, kemudian baru gigi bagian bawah dengan cara seperti gigi bagian atas, lalu diteruskan kearah bagian atas (langit-langit), tenggorokan dengan perlahan-lahan.
d) Mengulang tiga kali.
e) Sunat menelan ludah pada permulaan melakukan siwak.
f) Sebelum bersiwak hendaknya membaca doa ini:
اللهم بيض به اسناني وشد به لثاتي وثبت به لهاتي وبارك لي فيه يا أرحم الراحمين”. “
g) Alat siwak panjangnya tidak lebih dari satu jengkal.
h) Tidak menggunakan kedua ujung alat siwak untuk bersiwak.
i) Setelah selesai alat siwak di letakkan di telinga kiri bagian belakang.
6. Membaca ta’awwudz.
7. Membaca basmalah di awal wudlu secara lirih. atau ” بسم الله أوله وآخره “ di tengah wudlu bagi yang lupa /sengaja tidak membacanya pada awal wudlu.
8. Membaca dua syahadat dan ” الحمد لله الذي جعل المآء طهورا “
9. Membasuh dua tapak tangan hingga pergelangan sebelum memasukkan ke dalam air.
Sunnahnya adalah:
a) Menggosok.
b) Dilakukan tiga kali.
c) Niat melakukan sunnhanya wudlu.
10. Berkumur dan mengisap air ke dalam hidung.
Sunnahya adalah:
a) Berkumur dan mengisap air ke dalam hidung dengan sekali cidukan (menggunakan tangan kanan), diulang tiga kali.
b) Bersungguh-sungguh bagi yang tidak berpuasa sehingga air sampai pada langit-langit mulut, bagian luar dan dalam gigi serta gusi (dalam berkumur), dan sampai batang hidung (dalam mengisap air ke dalam hidung).
c) Menggosokkan jari telunjuk tangan kiri pada gigi dan gusi.
d) Memuntahkan air dari mulut dan hidung.
B. Pelaksanaan wudlu’
I. NIAT ketika membasuh wajah.
Sunnahnya adalah:
a) Mengucapkan niat.
b) Melanggengkan niat sanpai selesai wudlu.
II. MEMBASUH WAJAH dengan dua tapak tangan bersamaan.
Sunnahnya adalah:
a) Di mulai dari bagian ata.
b) Tidak menampar wajah dengan air.
c) Menyela-nyelai jenggot, jambang (godek) yang lebat, dan juga rambut yang keluar dari batas wajah (untuk selain orang ihrom) dengan jari tangan kanan yang di renggangkan dimulai dari bawah, tidak dengan air basuhan wajah.
d) Mengulang tiga kali.
e) Membasuh anggota (yang termasuk wajah menurut sebagian qoul) seperti botak pada bagian deapan kepala, dua sisi dahi yang tak berambut (linggar), tempat mengerik (untuk memperlebar bentuk wajah), kedua pelapis.
f) Membasuh kepala bagian depan, kedua telinga, dan dua sisi leher.
g) Meneliti bagian pinggir mata yang dekat hidung (saluaran air mata) dan bagian pingir mata yang lain (ekor mata) dengan kedua telunjuk yang dilipat.
h) Menggosok wajah.
i) Mengulang tiga kali.
j) Meminimalisir air (irit) dalam menggunakan.
III. MEMBASUH KEDUA TANGAN.
Caranya; dimulai dari ujung jari kemudian kedua tapak tangan dan lengan tangan sampai siku
Sunnahnya adalah:
a) Menyela-nyelai jari tangan dengan berpanca (ngapurancang), dengan memasukkan jari tangan kiri ke dalam sela-sela jari tangan kanan dari arah luar dan sebaliknya.
b) Menggosok tangan.
c) Menggerakkan cincin.
d) Membasuh kuku serta menghilangkan kotoran.
e) Membasuh kedua lengan atas dengan rata, dan sunnahnya dilakukan tiga kali, menggosoknya dan mendahulukan yang kanan.
f) Diulang tiga kali.
g) Mendahulukan yang kanan.
IV. MENGUSAP SEBAGIAN KEPALA.
Sunnahnya adalah:
a) Dengan mengusap ubun-ubun menggunakan jari tangan kanan.
b) Mengusap seluruh kepala dengan rata.
Caranya; meletakkan kedua tangan di kepala bagian depan dengan mempertemukan dua telunjuk, sedangkan masing-masing ibu jari berada pada pelapis, kemudian kedua jari telunjuk dan selain ibu jari digerakkan kearah bagian belakang kepala (tengkuk) itu jika rambutnya tidak bolak-balik, dan dikembalikan lagi ketempat semula bila rambutnya bolak-balik. Cara itu dilakukan tiga kali, dengan menggunakan air baru.
c) Apabila memakai sorban atau lainnya, caranya:
· Mengusap yang wajib dari rambut kepala sebelum mengusap sorban.
· Tidak mengangkat tangan sebelum sempurna mengusap sorban (bila diangkat maka air menjadi musta’mal).
· Dalam menggunakan sorban tadak ada unsur ma’siat seperti menggosob.
· Sorban yang dipakai tidak terdapat najis yang di maafkan.
11. Mengusap dua telinga.
Caranya:
Memasukkan jari telunjuk kedalam lubang telinga lalu diputarkan (digerakkan dari arah bawah ke atas) pada lapitan-lapitannya, ibu jari digerakkan pada bagian belakang telinga sampai tiga kali kemudian kedua tapak tangan yang telah di basahi air di tempelkan pada kedua telinga.
Sunnahnya adalah:
a) Dengan mengusap (baik dhoir maupun bathin).
b) Dilakukan secara bersamaan.
c) Menggunakan air baru.
d) Setelah mengusap rambut kepala, makruh mengusap leher.
V. MEMBASUH KEDUA KAKI DAN MATA KAKI.
Sunnahnya adalah:
a) Dimulai dari ujung kaki.
b) Dengan cara menuangkan.
c) Menyela-nyelai jari kaki dengan memasukkan jari kelingking tangan kiri ke dalam jari kaki dari arah bawah mulai dari kelingking kaki kanan sampai kelingking kaki kiri dengan merata.
d) Membasuh kedua betis (antara lutut dan mata kaki), dengan mendahulukan yang kanan, menggosoknya, dan diulang tiga kali.
e) Meneliti tumit lebih-lebih waktu kemarau.
f) Menggosoknya.
g) Mendahukan yang kanan.
h) Sunat mengusap muzah bagi yang memakainya.
VI. TARTIB.
12. Sunat membasuh /mengusap anggota sebelum kering basuhan /usapan anggota sebelumnya (muwalah) dalam cuaca sedang, kondisi, waktu, dan tempat.
13. Tidak bicara ketika sedang wudlu kecuali ada uzur /maslahah seperti menjawab salam, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf)
14. Tidak minta tolong pada orang lain untuk mengucurkan air atau membasuh.
15. Dikucurkan dalam menggunakan air.
16. Tidak menyeka air dengan sapu atau lainnya.
17. Tidak mengibaskan air (ngipu).
18. Meminimalisir (irit) dalam menggunakan air.
19. Air wudlu tidak kurang dari satu mud ( 000,6875 Liter).
20. Meminum sisa air wudlu.
21. Memercikkan sisa air wudlu pada kain penutup badan (izar) bila menyangka ada perkara yang menjijikkan pada kain penutup badan tersebut.
22. Dalam setiap membasuh dan mengusap tidak lebih dan kurang dari tiga kali.
23. Membaca :
” أشهد أن لآ اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين”
Dengan mengangkat kedua tangan dan mata (walaupun buta) kearah langit.
24. Membaca sholawat.
25. Membaca surat Al-Qodr tiga kali dan Ayat kursi satu kali.
26. Melakukan sholat sunat dua rokaat setelah wudlu.
27. Dalam berwudlu sebaiknya menutup aurat (Syeh Abdul Jalil Mustaqim).
28. Melanggengkan wudlu, artinya setiap kali batal di sunnahkan wudlu kembali.
TUNTUNAN SHOLAT
C Suci dari hadats dan janabat (syarat).
C Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis yang tidak ma’fu (syarat).
C Menutup aurat (syarat).
C Mengetahui masuknya waktu, dengan yakin atau persangkaan (syarat).
C Menghadap kiblat (syarat).
C Adzan dan iqomah. (sunnah).
1. TAKBIROTUL IHROM (rukun) dengan membarengkan NIAT SHOLAT (rukun).
Ø Dilakukan pada waktunya (syarat).
Ø Dilakukan waktu berdiri pada sholat fardlu, ketika menghadap kiblat (syarat).
Ø Memandang tempat sujud dan menundukkan kepala sebelum takbirotul ihrom dan sebelum mengangkat tangan (sunnah).
Ø Mengucapkan atau melafalkan yang diniati sebelum takbirotul ihrom (sunnah).
Keterangan:
o Apabila sholat fardlu maka wajib bertujuan melakukan sholat fardlu, dan menentukan.
o Apabila sholat sunat yang sudah tertentu waktunya seperti sholat rowatib atau sholat yang mempunyai sebab seperti sholat istisqo’ (minta hujan) maka wajib bertujuan mengerjakan sholat sunat, dan menentukan.
o Apabila sholat mutlaq seperti sholat tahiyatul masjid, istihoroh, dan lainnya maka cukup dengan bertujuan mengerjakan sholat.
Ø Menyandarkan kepada Allah (sunnah).
Ø Menyebutkan bilangan rokaat (sunnah).
Ø Menyebutkan menghadap kiblat (sunnah).
Ø Menyebutkan ada’ atau qodlo’ (sunnah).
Ø Mengangkat kedua tangan terbuka di hadapan pundak dengan jari-jari renggang sedikit sekira ujung jari menghadap kedua telinga, dan kedua ibu jari menghadap kedua kuping telinga (tempat anting-anting) (sunnah).
Ø Awal mengangkat kedua tangan bersamaan permulaan takbir, akhir mengangkat tangan bersamaan dengan akhirnya takbir (sunnah).
Ø Dengan bahasa arab (syarat).
Ø Dengan lafadz Allah dan Akbar (syarat).
Ø Urut antara dua lafadz (syarat).
Ø Tidak memanjangkan hamzahnya lafadz Allah (syarat).
Ø Tidak memanjangkan ba’nya lafadz Akbar (syarat).
Ø Tidak menambah wawu hidup atau mati antara lafadz Allah dan Akbar (syarat).
Ø Tidak menambah wawu di awal lafadz Allah (syarat).
Ø Tidak memanjangkan alifnya lafadz Allah hingga lebih dari tujuh alif (syarat).
Ø Tidak berhenti lama atau sebentar diantara dua kalimat takbir (syarat).
Ø Memperdengarkan seluruh hurufnya takbir (syarat).
Ø Menjazemkan (mensukun) ro’nya lafadz Akbar (sunnah).
Ø Tidak terlalu cepat hingga tidak bisa di faham (sunnah).
Ø Tidak terlalu memanjangan lafadz takbir tetapi sedang-sedang saja (sunnah).
Ø Keras dalam takbirotul ihroam bagi Imam (sunnah).
Ø Jika suara Imam tidak terdengar semua ma’mum, maka sebagian ma’mum di sunnahkan tabligh (menyampaikan suara Imam) denngan mengeraskan suara, tapi wajib diniati dzikir dan memperdengarkan (sunnah).
Ø Lirih bagi ma’mum atau orang sholat sendirian (munfarid) (sunnah).
Ø Tidak menyacatkan satu hurufpun (syarat).
Ø Bila berjamaah tidak boleh mendahului takbirnya imam(syarat).
Ø Menempatkan kedua tangan dibawah dada diatas pusar sedikit kearah kiri dan memegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan (sunnah).
Ø Melanggengkan niat dihati setelah takbirotul ihrom (sunnah).
Ø Diam sebentar (kadar subhanallah) antara takbirotul ihrom dengan tawajjuh (doa iftitah) (sunnah).
2. MEMBACA TAWAJJUH SECARA LIRIH (SUNNAH).
الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا إني وجهت وجهي للذي فطر السموات
والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين, إن صلاتي ونسكي ومحيايى ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا من المسلمين.
Ø Diam sebentar antara tawajjuh dengan ta’awudz (sunnah).
3. MEMBACA TA’AWUDZ SECARA LIRIH WALAUPUN DENGAN SHOLAT JAHRIYYAH (SUNNAH).
” أعوذ بالله من الشيطان الرجيم “
Ø Diam sebentar antara ta’awudz dengan basmalah. (sunnah).
Berdiri bagi yang mampu (Rukun).
§ Memandang tempat sujudnya (sunnah).
§ Merenggangkan kedua telapak kaki kadar satu jengkal (sunnah).
§ Makruh merapatkan kedua kaki atau memajukan salah satunya.
§ Makruh berdiri dengan bersandar.
Bagi yang sholat dengan duduk afdlolnya adalah:
§ Iftirosy (duduk diantara tumit kiri dengan menjadikan punggumg kaki ke lantai, dan menegakkan telapak kaki kanan serta meletakkan ujunng jari-jarinya pada lantai menghadap kiblat).
§ Atau tarobbu’ /bersila (duduk dengan pantat dan meletakkan kaki kanan dibawah paha kiri dan kaki kiri dibawah paha kanan).
§ Atau tawarruk (seperti Iftirosy namun kaki kirinya di keluarkan kearah kanan dan meletakkan pantatnya pada lantai).
§ Makruh duduk dengan kaki tegak rapat pada dada (seperti duduknya anjing).
Bagi yang sholat dengan berbaring miring:
Ø Menghadapkan dada ke qiblat (wajib).
Ø Berbaring pada lambung kanan (makruh pada lambung kiri) bila mampu (sunnah).
Ø Menghadap wajah ke qiblat (sunnah).
Bagi yang sholat dengan terlentang:
Ø Mengangkat sedikit kepalanya dengan menempatkan sesuatu (misal bantal) di bawahnnya, supaya bisa menghadap qiblat (wajib).
Ø Isyaroh dengan kepala ketika ruku’ dan sujud. Apabila tidak mampu maka isyaroh dengan mata, dan apabila masih tidak mampu maka melakukan pekerjaan sholat dihati (wajib).
4. MEMBACA FATIHAH (Rukun).
Ø Ketika berdiri bagi yang wajib berdiri (syarat).
Ø Membaca seluruh ayatnya termasuk basmalah (syarat).
Ø Memakai bahasa arab (syarat).
Ø Menjaga huruf dan tasdidnya fatehah (syarat).
Ø Tidak ada keliru yang merusak ma’na (syarat).
Ø Memperdengarkan dirinya sendiri seluruh fatehah (syarat).
Ø Urut (tartib) (syarat).
Ø Berturut-turut (muwalah) (syarat).
Ø Waqof pada tiap-tiap akhir ayat (sunnah).
Ø Tidak ada dzikir yang menyela-nyelai (syarat).
Ø Tidak diam lama, atau sebentar dengan niat memutus bacaan, kecuali sekedar ambil nafas (syarat).
Ø Membaca keras bagi Imam atau orang yang sholat sendirian dalam sholat jahriyyah (sunnah).
Ø Setelah membaca fatihah dan sebelum membaca amin membaca
(sunnah). ” رب اغفرلي ولوالدي ولجميع المسلمين “
Ø Diam sebentar antara fatihan dengan amin.
5. MEMBACA AMIN (SUNNAH).
Bagi Imam, ma’mum atau munfarid
Ø Dengan keras dalam sholat jahriyyah (sunnah).
Ø Dengan lirih dalam sholat sirriyyah (sunnah).
Ø Mengulang tiga kali dan menambah ” robbal ‘alamin ” (sunnah).
Ø Afdlol apabila aminnya ma’mum bersamaan dengan aminnya imam.
Ø Diam sebantar antara amin dan surat bagi ma’mum (sunnah).
Ø Bagi ma’mum tidak membaca surat dalam sholat jahriyyah kecuali tidak mendengar suara imam (sunnah).
Ø Diam lama bagi imam (kadar fatihahnya ma’mum dalam sholat jahriyyah, dan saat diam sunnah berdziir atau membaca surat dengan lirih (sunnah).
6. MEMBACA SURAT (SUNNAH).
bagi Imam atau munfarid pada dua rokaat sholat subuh dan dua rokaat yang awal selain sholat subuh:
Ø Membaca keras bagi selain ma’mum perempuan dan khuntsa didekat laki-laki lain (bukan mahrom) pada dua rokaat sholat shubuh, dua yang awal sholat isya’ dan maghrib, sholat jum’ah, sholat istisqo’, sholat gerhana, sholat tarawih dan witir (sunnah).
Ø Membaca sedang dalam sholat sunat mutlak malam hari (sunnah).
Ø Membaca lirih pada selain tersebut diatas (sunnah).
Ø Membaca surat ” آلم تنزيل “ dirokaat pertama dan ” هل اتى ´dirokaat kedua
(sunnah):
* pada setiap shubuh hari jum’at bagi selain musafir (orang yang bepergian); bila waktunya panjang.
Ø Membaca surat ” الكافرون “ dirokaat pertama dan surat ´الإخلاص “ dirokaat kedua
(sunnah):
* pada sholat maghrib hari jum’at.
* Pada sholat shubuh baik hari jum’at maupun hari lainnya bagi musafir.
* Pada sholat sunnah shubuh, maghrib, thowaf, ihrom, istihoroh.
Ø Membaca surat الجمعة ” “ dirokaat pertama dan surat ” المنافقون “ dirokaat kedua
(sunnah):
* Pada sholat isya’.
Ø Memohon rohmat pada Allah (seperti رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين ) ketika membaca ayat rahmat (sunnah).
Ø Minta perlindungan pada Allah (seperti رب أعدني من عذابك ) ketika membaca ayat adzab (sunnah).
Ø Membaca tasbih (seperti فسبح باسم ربك العظيم ) ketika membaca ayat tasbih (sunnah).
Ø Membaca ” بلى وأنا على ذلك من الشاهدين “ pada akhir surat ” التين ” dan ” القيامة “ (sunnah).
Ø Membaca ” أمنا بالله “ pada akhir surat ” الرسلات “ (sunnah).
Ø Membaca surat yang lebih panjang pada rokaat awal dari pada rokaat kedua (sunnah), kecuali ada nash untuk memanjangkannya pada rokaat kedua :
* seperti dalam maslahatuzziham.
* Dalam ” سبح “ dan “ الغاشية “ pada sholat jum’at dan sholat Ied.
* Dalam sholat dzatirriqo’.
Maka sunat bagi Imam untuk memanjangkan yang kedua.
Ø Membaca surat sesuai urutan dalam mushhaf (sunnah).
Ø Membaca surat dengan utuh (afdlol).
Ø Mengulang fatihah bagi yang tidak hafal selamanya (sunnah).
Ø Diam sebentar antara membaca surat dan takbir ruku’.
7. TAKBIR UNTUK RUKU’ (SUNNAH).
Ø Dengan mengangkat dua tangan (sunnah).
Ø Keras bagi imam dan Muballigh (sunnah).
Ø Memanjangkannya sampai pada ruku’ (sunnah).
8. RUKU’ SERTA TUMA’NINAH (Rukun).
o Bertujuan melakukan ruku’ (wajib).
o Meluruskan kedua tumit (wajib).
o Membungkuk sekira kedua telapak tangan sampai pada lutut, apabila tidak mampu maka hendaknya membungkuk menurut kadar kemampuannya (wajib).
o Meratakan punggung dan leher hingga keadaannya lurus seperti papan, menegakkan betis dan memegang kedua lutut dengan kedua tangan seraya merenggangkannya kedua lutut tersebut kadar satu jengkal (sunnah).
o Merenggangkan dua siku tangan dari lambung bagi laki-laki, dan merapatkan dua siku ke lambung bagi perempuan (sunnah).
o Merenggangkan jari tangan secara sedang seraya mengarah qiblat searah betis (sunnah).
o Membaca tasbih (سبحان ربي العظيم وبحمده ) tiga kali (sunnah).
o Menambah lebih dari tiga kali maksimal sebelas kali dan menambah lagi bacaan:
” ” سبحانك اللهم وبحمدك اللهم اغفرلي bagi orang yang sholat sendirian atau imamnya ma’mum yang terbatas (mahshurin) dan ridlo apabila bacaannya di panjangkan (sunnah).
9. MEMBACA سمع الله لمن حمده” ” KETIKA BANGUN DARI RUKU’ (SUNNAH).
Ø Mengnangkat dua tangan (sunnah).
Ø Keras bagi imam dan muballigh (sunnah).
Ø Memanjangkannya sampai tegak I’tidal (sunnah).
10. I’TIDAL SERTA THUMA’NINAH (Rukun).
Ø Ada kesengajaan melakuakan I’tidal (wajib).
Ø Tidak lama dalam I’tidal, artinya lebih dari dzikir yang dilakukan (kadar faedah) kecuali jika membaca doa qunut (wajib).
Ø Membaca lirih ربنا لك الحمد ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد ketika tegak berdiri (sunnah).
Ø Bagi imamnya ma’mum mahshurin atau munfarid menambah:
” أهل الثناء والمجد أحق ما قال العبد وكلنا لك عبد لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت ولا ينفع
(sunnah). ذا الجد منك الجد ”
11. MEMBACA DOA QUNUT (SUNNAH).
Pada I’tidal rokaat kedua dalam sholat shubuh dan I’tidal akhir sholat witir dalam separuh akhir bulan Ramadlon .
” اللهم اهدني فيمن هديت، وعافني فيمن عافيت، وتولني فيمن توليت، وبارك لي فيما أعطيت، وقني شر ما قضيت، فإنك تقضي ولا يقضى عليك، وإنه لا يذل من واليت، ولا يعز من عاديت، تباركت ربنا وتعاليت، فلك الحمد على ما قضيت، أستغفرك وأتوب إليك، وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلم “
Ø Membaca doa qunut nazilah (sunnah).
Pada setiap sholat maktubah dalam I’tidal rokaat terahir.
Ø Mengangkat kedua tangan (sunnah).
Ø Menengadahkan dua tangan bila untuk menolak balak, atau membaliknya bila untuk menghilangkan balak.
Ø Menambaah do’a qunutnya sayyidina Umar ra. pada sholat shubuh bagi munfarid atau imamnya ma’mum mahshurin (sunnah).
þ Doa qunutnya Sayyidina Umar ra.
اللهم إنا نستعينك ونستغفرك ونستهديك، ونؤمن بك ونتوكل عليك، ونثنى عليك الخير كله، نشكرك ولا نكفرك، ونخلع ونترك من يفجرك، اللهم إياك نعبد، ولك نصلي ونسجد، وإليك نسعي ونحفد، نرجو رحمتك ونخشى عذابك إن عذابك الجد بالكفار ملحق.
Ø Membaca sholawat dan salam untuk nabi dan keluaraganya diakhir qunut (sunnah).
Ø Membaca keras bagi imam baik sholat jahriyyah maupun sirriyyah (sunnah).
Ø Membaca lirih bagi munfarid dan makmum yang tidak mendengar qunutnya imam baik dalam sholat jahriyyah maupun sirriyyah (sunnah).
Ø Membaca amin yang keras bagi makmum yang mendengar qunutnya imam.
Mulai dari فإنك تقضي sampai selesai makmum membacanya dengan lirih (sunnah).
Ø Menggunakan sighot jama’ bagi imam (sunnah).
Ø Tidak mengusap wajah ketika selesai membaca do’a qunut (sunnah).
12. TAKBIR UNTUK SUJUD (sunnah).
Ø Tanpa mengangkat tangan (sunnah).
Ø Keras bagi imam dan muballigh
Ø Memanjangkannya sampai dengan sujud (sunnah).
13. SUJUD SERTA TUMA’NINAH (rukun)
Ø Bertujuan melakukan sujud (wajib)
Ø Dengan tujuh anggota badan (dua lutut, dua tapak tangan, dahi, dan jemari dua
telapak kaki) (syarat)
Ø Meletakkan hidung (sunnah); makruh bila meninggalkan
Ø Urut dengan cara: (sunnah).
Ø Meletakkan dua lutut direnggangkan kadar sejengkal (wajib), kemudian
Ø Meletakan dua tapak tangan berhadapan dengan pundak, lengan diangkat, jari-jari dibentangakn [tidak menggenggam] dan rapat menghadap qiblat (wajib), baru
Ø Meletakan dahi terbuka sambil menekan bersamaan hidung
Ø Makruh bila tidak urut sepeti di atas
Ø Menegakkan dan merenggangkan dua telapak kaki kadar sejengkal, menghadapkan jari-jari ke kiblat (sunnah).
Ø Mengeluarkan telapak kaki dari ujung pakaian bagi laki-laki (sunnah). Haram dan batal bagi wanita dan khuntsa
Ø Merenggangkan dua siku dari lambung dan merenggangkan kedua paha dari perut bagi laki-laki yang tidak telanjang (sunnah). dan makruh bagi wanita dan khuntsa.
Ø Merapatkan dua siku pada lambung dan merapatkan kedua paha pada perut bagi wanita dan laki-laki yang telanjang (sunnah).
Ø Memandang tempat sujudnya, walapun buta atau ditempat gelap (sunnah).
Ø Terjaga (tidak memejamkan mata )ketika sujud (sunnah).
Ø Membaca tasbih ( سبحان ربي الأعلى وبحمده) tiga kali (sunnah).
Ø Bagi imamnya ma’mum mahsurin atau munfarid sunah menambah maksimal sebelas kali dan menambah bacaan:
اللهم لك سجدت وبك أمنت ولك أسلمت سجد وجهي للذي خلقه وصوره وشق سمعه وبصره بحوله وقوته
(sunnah) . فتبارك الله أحسن الخالقين
Ø Memperbanyak do’a dalam sujud (sunnah).
Ø Bertumpuan pada tapak tangan ketika bangun (sunnah).
14. TAKBIR UNTUK DUDUK ANTARA DUA SUJUD (Sunnah)
Ø Tanpa mengangkat tangan (sunnah).
Ø Keras bagi imam dan muballigh (sunnah).
Ø Memanjangkannya sampai pada duduk (sunnah).
15. DUDUK DIANTARA DUA SUJUD SERTA THUMA’NINAH (rukun)
Ø Bertujuan melakukan duduk ketika mengangkat kepala dari sujud (sunnah).
Ø Duduk iftirosy (sunnah).
Ø Meletakkan tapak tangan sambil membentangkan jari-jarinya mengarah kiblat diatas paha dekat pada lutut sekira ujung jari lurus dengan lutut (sunnah).
Ø Membaca : ” رب اغفرلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واهدني وعافني واعف عني(sunnah).
Ø Tidak lama hingga melebihi dari dzikir yang dilakukan (kadar sediki-dikitnya tasyahud (sunnah).
16. TAKBIR UNTUK SUJUD KEDUA (sunat)
Ø Tanpa mengangkat tangan (sunnah).
Ø Keras bagi imam dan muballigh (sunnah).
Ø Memanjangkannya sampai pad sujud (sunnah).
17. SUJUD KEDUA (rukun) .
Ø Seperti dalam sujud pertama (sunnah).
Ø Bertumpuan pada tapak tangan ketika bangun (sunnah).
18. TAKBIR UNTUK BERDIRI [ kerokaat 2 / 4 ] (sunat).
Ø Tanpa mengangkat tangan (sunnah).
Ø Keras bagi imam dan muballigh (sunnah).
Ø Memanjangkannya sampai pada berdiri (walaupun melakukan duduk istirahat ) (sunnah).
Ø Duduk istirahat kadar duduk antara dua sujud ketika akan berdiri (kerokaat 2/4) (sunnah).
Ø Membuat tumpuan tapak tangan ketika akan berdiri (sunnah).
19. BERDIRI [ KE ROKA'AT 2 / 4 ] (rukun) ; kemuian pekerjaan sholat berikutnya seperti dalam rokaat pertama (sampai dalam sujud kedua /duduk istirahat ).
20. TASYAHHUD [TAHIYYAT AWWAL] (sunat).
Ø Duduk iftirosy (sunnah).
Ø Meletakkan tapak tangan kiri sambil membentangakan jari-jarinya dirapatkan mengahadap qiblat diatas paha kiri dekat lutut sekira ujung jari lurus dengan lutut (sunnah).
Ø Meletakkan tapak tangan kanan diatas paha kanan sambil menggenggam jari-jarinnya kecualli telunjuk (tadak digengggamkan) dan ibu jari (diletakkan dibawah telunjuk pinggir tapak tangan) (sunnah).
Ø Membaca tasyahud awal (sunnah).
” التحيات المباركات الصلوات الطيبات لله السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، أشهد أن لا إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله ، أللهم صل على محمد ”
Ø Memaki bahasa arab (syarat).
Ø Berturut-turut (muwalah) (syarat).
Ø Menjaga tasydidnya tasyahud (termasuk juga idghom) (syarat).
Ø Tidak mengganti satu huruf /lafadz dengan huruf lafadz yang lain baik merubah ma’na atau tidak (syarat).
Ø Memperdengarkan dirinya sendiri (lirih) (syarat).
Ø Mengangkat sedikit jari telunjuk ketika membaca “ إلا الله “ (sunnah).
Ø Tidak menggerak-gerakkannya (sunnah), makruh bila menggerak-gerakkan.
Ø Tetap mengangkatnya hingga bergerak menuju berdiri (sunnah).
Ø Memandangnya terus mulai mengangkat hingga bergerak menuju berdiri (sunnah).
21. Takbir untuk berdiri (kerakaat 3) (sunnah).
Ø Mengangkat tangan (sunnah).
Ø Keras bagi imam dan muballigh (sunnah).
Ø Memanjangkannya sampai pada berdiri (sunnah).
Ø Membuat tumpuan tapak tangan ketika akan berdiri (kerakaat 3) (sunnah).
22. BERDIRI KERAKAAT 3 (rukun); kemudian pekerjaan sholat berikutnya seperti dalam rakaat pertama (sampai pada sujud kedua).
23. TASYAHUD AKHIR (rukun).
Ø Duduk tawarruk atau (iftirosy bagi yang hendak melakukan sujud sahwi) (sunnah).
Ø Meletakkan tapak tangan kiri sambil membentangkan jari-jarinya dirapatkan menghadap qiblat diatas paha kiri dekat lutut sekira ujung jari lurus dengan lutut (sunnah).
Ø Meletakkan tapak tangan kanan diatas paha kanan sambil menggenggam jari-jarinya kecuali telunjuk (tidak digenggam) dan ibu jari (di letakkan di bawah telunjuk pinggir tapak tangan) (sunnah).
Ø Membaca tasyahhud akhir (rukun):
” التحيات المباركات الصلوات الطيبات لله السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، أشهد أن لا إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله ، أللهم صل على محمد وعلى أل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم
في لعالمين إنك حميد مجيد.
Sunat menambah do’a sebagai berikut:
اللهم إني أعوذبك من عذاب جهنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال.
Atau :
اللهم اغفرلي ما قدمت وما أخرت وما أسررت وما أعلنت وما أسرفت وما أنت أعلم به مني، أنت المقدم وأننت المؤخر لا إله إلا أنت.
Atau :
اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كبيرا كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا انت فاغفرلي مغفرة من عندك،
إنك أنت الغفور الرحيم.
Ø Memakai bahasa arab (syarat).
Ø Berturut-turut (muwalah) (syarat).
Ø Menjaga tasydidnya tasyahud (termasuk juga idghom) (syarat).
Ø Tidak mengganti satu huruf /lafadz dengan huruf /lafadz yang lain atau merubah ma’na atau tidak (syarat).
Ø Memperdengarkan dirinya sendiri (lirih) (syarat).
Ø Mengangkat sedikit jari telunjuk kanan ketika membaca ” إلا الله “ (sunnah): makruh bila pakai jari telunjuk kiri.
Ø Tetap mengangkatnya hingga salam (sunnah).
Ø Memandangnya terus mulai mengangkat hingga salam (sunnah).
Ø Keterangan tasyahhud:
· Membaca ” وعلى آل محمد .إلخ “ pada tasyahhud akhir (sunnah).
· Mengumpulkan do’a-do’a tersebut diatas bagi imamnya ma’mum mahshurin atau munfarid (sunnah).
24. SALAM PERTAMA (rukun).
Ø Membaca السلام عليكم
Ø Mema’rifatkan dengan ال lafadz salam ( السلام “=) (syarat).
Ø Dengan كاف خطاب pada lafadz “عليكم “ (عليكم “=) (syarat).
Ø Menyambung (tadak memisah) antara kedua lafadz (syarat).
Ø Mamkai ميم الجمع (عليكم “=) (syarat).
Ø Berturut-turut antara kedua lafadz (syarat).
Ø Menghadapkan wajah ke qiblat ketika memulai salam (sunah).
Ø Dada menghadap qiblat (syarat).
Ø Menoleh kekanan ketika mengucapkan mimnya lafadz عليكم (sunnah).
Ø Niat keluar dari sholat ketika mulai salam pertama (sunnah).
Ø Melakukannya ketika duduk (syarat).
Ø Memperdengarkannya dirinya sendiri (syarat).
Ø Tadak menambah atau mengurangi yang merubah arti (syarat).
Ø Membaca yang lebih sempurna ( السلام عليكم ورحمة الله ) (sunnah).
Ø Niat memberi uluk salam pada orang yang di samping kanannya (sunnah).
25. Salam kedua (sunat).
Ø Seperti dalam salam yang pertama
Ø Tidak boleh melakukannya bila setelah salam pertama terjadi perkara yang menafikan seperti hadats, habis waktu sholat jum’at
Ø Bagi ma’mum dengan salamnya niat menjawab salamnya imam apabila ma’mum berada di belakangnya (niat menjawab salam imam yang pertama bila ma’mum disebelah kanan, dan salam kedua bila ma’mum disebelah kiri.
Ø Bila ma’mum yang berada disebelah kanan ma’mum lain sunat menjawab salamnya yang kedua dan yang berada disebelah kiri menjawab salam yang pertama.
26. TARTIB (URUT DALAM MENGERJAKN SHOLAT) (rukun).
§ Melakuakan sholat dengan semangat (sunat).
§ Mengosongkan hati (sunat).
§ Khusu’ artinya tenangnya hati dan anggota badan (sunat).
§ Membac dengan tartil (sunnah).
§ Merenungi ma’na bacaan dan dzikir (sunnah).
§ Melanggengkan memandang tempat sujud (sunnah).
§ Membuat tirai ( سترة ) di hadapannya seperti tembok dan lainnya yang tingginya 2/3 dziro’ atau lebih. Apabila tidak ada maka membentangkan sejenis sajadah dan apabila masih tidak ada maka menggaris depannya sepanjang 3 dziro’ (sunnah
§ Menghalau orang yang lewat didepannnya (sunnah).
27. Berdoa dan dzikir setelah selesai sholat (sunnah).
§ Mengawali dan mengakhiri dengan hamdalah, sholawat alannabi,dan diakhiri dengan amin, dan
ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم وتب علينا إنك التواب الرحيم سبحان ربك رب العزة عما يصفون
وسلام على المرسلين . (sunat).
§ Mbaca amin bagi ma’mum (sunnah).
§ Mengangkat tangan yang suci berhadapan pundak (sunnah). makruh mengangkat tangan yang najis.
§ Menghadap qiblat bagi munfarid dan ma’mum ketika berdoa dan dzikir.
§ Bagi imam menjadikan sebelah kanan kearah ma’mum dan yang kiri kearah qiblat.
Perhatian.
Mushofahah (salaman) setelah sholat menurut pendapat syeh Izziddin adalah bid’ah mubahah. Sedangkan menurut Imam Nawawi adalah mubah (boleh) bila mushofahah dengan orang yang bersamaannya, apabila sebelum sholat tidak bersamaannya maka sunnah mushofahah karena mushofahah ketika bertemu adalah sunat.
![Tulum Mexico in Late Afternoon Light [Explore #1, THANK YOU] Tulum Mexico in Late Afternoon Light [Explore #1, THANK YOU]](http://static.flickr.com/5470/7235972310_8c25258da5_t.jpg)


Komentar Terakhir